Monthly Archives: May 2009

Pemodelan Terstruktur VS Object Oriented

Pemodelan dalam suatu rekayasa perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di tahapan awal. Di dalam suatu rekayasa dalam perangkat lunak sebenarnya masih memungkinkan tanpa melakukan suatu pemodelan. Namun, hal itu tidak dapat lagi dilakukan dalam suatu industri perangkat lunak. Pemodelan delam perangkat lunak merupakan suatu yang harus dikerjakan di bagian awal dari rekayasa, dan pemodelan ini akan mempengaruhi perkerjaan-pekerjaan dalam rekayasa perangkat lunak tersebut. Pertama-tama, berikut kami paparkan penjelasan dari pemodelan terstruktur dan object oriented.

Pemodelan terstruktur digunakan dalam analisis sistem, rancangan sistem, dan pengembangan perangkat lunak. Pada dasarnya merupakan pemodelan dengan pendekatan yang baku dan sistematik dengan menerapkan tahapan-tahapan yang sistematik dan bertujuan agar diperoleh hasil berupa suatu informasi yang bermanfaat dan memenuhi kebutuhan pemakai. Pemodelan ini merupakan pemodelan yang sudah lama dipakai. Namun dalam perkembangan pemodelan munculah pemodelan-pemodelan lain, salah satunya adalah Object Oriented.

Pemrogaman Object Oriented atau Pemrograman berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar.

Dalam perkembanganya pemrograman object oriented lebih dicari ketimbang pemrograman struktural atau prosedural. Mengapa hal ini bisa terjadi, sementara kita masih bisa menggunakan konsep pemrograman prosedural? Dalam membangun program yang masih sederhana tentunya konsep object oriented ini akan terasa sangat menyusahkan, akan tetapi ketika kita membuat sebuah program yang ruang lingkupnya luas konsep object oriented akan terasa sangat membantu karena akan terasa lebih mudah untuk mengorganisir program yang telah kita buat. Pemrograman ini mempertinggi kualitas dan produktifitas pengembangan software.

Namun hal ini bukan bearti pemodelan struktural ditinggalkan begitu saja. Dalam permasalahan tertentu justru pemodelan ini lebih baik digunakan, khususnya pemasalahan yang dianggap sederhana. Akan tetapi ada satu hal yang bisa kita pastikan dalam pemrogram struktural maupun objek oriented yaitu tujuan dari pemodelan itu sendiri yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara.

Pemodelan perangkat lunak biasanya lebih dari 60 % dari total biaya pembuatan perangkat lunak. Presentasi ini terus bertambah karena lebih banyak perangkat lunak dihasilkan dan dipelihara. Pembuatan perangkat lunak untuk suatauperubahan adalah penting. Proses perangkat lunak komplek dan melibatkan banyak aktivitas. Oleh karena itu, pemilihan cara pemodelan mana yang lebih baik akan sangat menentukan dalam pembuatan perangkat lunak yang sesuai dengan permintaan pengguna itu sendiri.